r vs python

Perbedaan R vs Python Untuk Data Science

Anda pasti bertanya-tanya mengenai R Vs Python di dunia analisis data, mana yang paling baik untuk digunakan. Kedua hal tersebut juga sama-sama masuk dalam bahasa pemrograman yang digunakan dalam statistik. Untuk R sendiri dibuat dan juga dipakai sebagian besar ahli statistik. Sedangkan pada Python lebih sering dipakai guna membuat syntax yang cukup mudah dipahami.

r vs python
R vs Python: Perbedaan, Kelebihan, dan Kekurangan, Untuk Analisis Data

Berbicara mengenai bahasa pemrograman populer, umumnya pasti tidak akan terlepas dari Java, PHP, Python, R, Javascript, C++, dan C. Bahkan bahasa pemrograman jenis Python sekarang ini bahkan sudah dikenal dan populer di dunia developer Indonesia. Bahkan Python sekarang ini juga menempati posisi nomor empat dari bahasa pemrograman yang populer.

Sebelum Anda mengenal lebih lanjut mengenai R dan Python dalam analisis data, maka akan lebih baik jika Anda mengenal terlebih dahulu R dan Python. R pertama kali diciptakan oleh Ross Ilaka dan juga Robert Gentelman di tahun 1995 sebagai bentuk bahasa pemrograman S.

Hal ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah bahasa yang hanya fokus pada statistik, model grafis, dan juga analisis data. Semula, R ini digunakan hanya oleh akademisi, akan tetapi lama kelamaan R mulai banyak dipakai praktisi dalam dunia bisnis. Hal inilah yang menyebabkan R bisa terkenal bahkan hingga ke seluruh dunia sekalipun.

 

Mengenal R Dan Python

Salah satu kelebihan dari R ialah adanya komunitas yang besar dan tergabung pada suatu mailing list. Koleksi packages R yang bisa dibagikan pada sesama pengguna, dokumentasi pengguna yang bisa diakses dengan mudah, dan juga Stack Overflow-nya sangat aktif. Sedangkan pada Python dibuat Guido van Rossem di tahun 1991 dan menekan proses pembacaan kode.

Programmer yang mengerjakan pekerjaan untuk data scientist ini pada bidang statistik umumnya akan memanfaatkan Python. Sama halnya dengan penggunaan R, Python ini juga memiliki packages yang dapat Anda adaptasi dalam sebuah pemrograman dan juga komunitas yang mana tiap pengguna juga bisa berkontribusi secara langsung.

Jika Anda belum mengetahui manfaat dari R, R umumnya akan digunakan untuk analisis data yang akan dikerjakan dalam server milik pribadi. Selain itu, R juga bisa digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang eksplorasi untuk hampir setiap jenis data. Hal ini dikarenakan ada jenis packages dan tools yang cukup banyak serta mudah untuk diadaptasi.

Selain itu, rumus-rumus dalam R juga cukup mudah diatur. Menggunakan R, pertama-tama Anda harus mengunduh Rstudio IDE. Setelah diunduh, Anda bisa menemukan banyak sekali jenis packages yang dapat dipakai, misalnya saja dplyr, data, dan plyr. Table dipakai untuk manipulasi data ialah string yang dipakai untuk manipulasi karakter.

 

Manfaat R dan Python Yang Harus Anda Tahu

Untuk zoo pada R dipakai di tipe waktu yang tidak beraturan dan beraturan. Untuk ggplot2, ggvis, dan lattice dipakai untuk visualisasi data, sedangkan caret digunakan untuk machine learning. Beda dengan R, Python dipakai untuk pekerjaan analisis data yang harus nyambung dengan menggunakan aplikasi web atau kode statistik harus disambungkan dengan sebuah database.

Sedangkan developer sendiri juga bisa memanfaatkan Python untuk pekerjaan fleksibel seperti membuat kode baru atau juga menulis skrip guna sebuah aplikasi. Python tidak punya IDE yang jelas sebab beberapa environment bisa dipakai. Pada Python juga punya libraries yang bisa dipakai untuk analisis data atau visualisasi dan juga lainnya, misalnya saja pandas digunakan untuk manipulasi data.

Selain itu, ada juga libraries statsmodels digunakan untuk ekplorasi data, menjalankan test statistik, dan juga memprediksi model statistik, NunPy/SciPy digunakan dalam komputasi ilmiah, matplotlib digunakan untuk pembuatan grafik, dan juga scikit learn yang digunakan untuk membangun metode dalam machine learning.

 

Mengapa Harus Menggunakan Python

Membahas mengenai R vs Python, beberapa orang memang lebih suka menggunakan Python daripada menggunakan R. Hal ini tentu saja dikarenakan oleh beberapa hal yang mendukung. Python bisa membuat pekerjaan bisa berjalan lebih mudah. Hal ini disebabkan karena Python mempunyai IPython Notebook yang berguna untuk membagi catatan pada siapa saja tanpa mengunduh program tersebut.

Secara tidak langsung, adanya IPython Notebook ini bisa mengurangi pekerjaan Anda secara drastis jika ada beberapa yang kurang penting di organisasi catatan, output, dan juga kode. Hal tersebut berjalan dengan cara mengajak para pengguna guna mengerjakan tugasnya yang lebih penting. Selain itu Python juga merupakan sebuah bahasa general yang bisa dengan mudah dimengerti dan dipelajari.

Python sendiri juga punya testing pada framework yang bisa membuat kode dan bisa digunakan lagi. Untuk taksonomi testing pada tools Python ini sendiri di antaranya nose, pytest, test, dan juga dictest. Python ini juga sudah siap jika dipakai dalam dunia kerja. Hal ini dikarenakan Python sifatnya umum, mudah dipahami, dan banyak programer yang sudah tahu.

Beberapa perusahaan bahkan juga tidak merekrut data scientist yang baru. Hal ini dibuktikan dari mudahnya perusahaan melatih para karyawan untuk memakai Python. Meskipun banyak kelebihannya, Python juga sama dengan R yang punya kekurangan, misalnya saja bahasa Python kurang matang. Jika dibandingkan R, Python memang kalah sebab punya alternatif lebih 100 packages ada di dalam R.

 

Mengapa Harus Menggunakan R

Untuk visualiasi data, R merupakan hal yang sangat baik untuk digunakan. Sebab R punya cukup banyak packages yang sangat mendukung guna membangun sebuah visualisasi cukup menarik. Misalnya saja adanya ggplot2 yang digunakan untuk membuat grafik, lattice untuk menunjukkan hubungan dari variabel, rCharts untuk memunculkan visualisasi dari java script dengan menggunakan R.

Selain itu ada juga googleVis yang digunakan untuk google chart, ggvis untuk aplikasi grammar grafik dan juga untuk menampilkan pada web browser. R sendiri juga dibangun dalam ekosistem yang cukup baik. Hal ini membuat pengguna bisa lebih mudah menemukan packages di dalam cran, girhub, dan juga bioconductor.

Untuk Anda yang tidak terbiasa dengan programing, Anda masih akan dengan mudah beradaptasi dengan R. Hal ini dikarenakan R sendiri dibuat oleh statistisi dan juga untuk statistisi. Akan tetapi, dari semua hal tersebut, R sendiri sifatnya juga lamban. Sebab, kondisi R sendiri masih tidak jelas, dimana R sendiri merupakan sebuah bahasa implementasi bahasa tersebut.

R sendiri juga merupakan bahasa yang punya definisi abstrak dan memberi artian pada maksud dari setiap kode R dan juga bagaimana cara kerja dari kode-kode yang ada tersebut. Banyak yang lebih suka menggunakan R daripada Python, tidak terkecuali dalam dunia bisnis.

 

R Lebih Mudah Dipelajari Untuk Analisis Data

R dalam sejarahnya memang didesain untuk suatu bahasa pemrograman dan digunakan untuk melakukan analisis maupun manipulasi data. Sedangkan pada Python sendiri ialah bahasa pemrograman yang punya sifat yang umum atau juga dikenal sebagai general purpose programming language. Hal ini jugalah yang membuat R punya banyak manfaat yang bisa digunakan dalam melakukan analisis data dibanding Python.

Hal ini bisa Anda lihat saat Anda mencari mean atau rata-rata dari barisan data yang ada. Menggunakan R, Anda hanya perlu memakai fungsi dari mean. Sedangkan pada Python akan membuat fungsi yang khusus atau import library numpy dan nantinya memakai metode numpy.mean.

Bahkan saat Anda harus menjumlahkan dua buah vektor, maka akan jauh lebih gampang menggunakan R jika dibandingkan dengan menggunakan Python. Untuk Anda yang ingin mengetahui cara menjumlahkan dua buah vektor dalam Python, maka Anda bisa menggunakan numpy. Sebab, supaya Anda bisa menjumlahkan dua vektor agar mudah, maka Anda bisa menggunakan numpy.

Bukan hanya untuk analisis data saja, bahkan melakukan plotting data menggunakan R memang jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan menggunakan Python. Anda hanya perlu menggunakan fungsi pada plot () dan memasukkan nilay X, Y apabila menggunakan dua dimensi. Dan jika Anda menggunakan Python, maka harus menggunakan library matplot dulu yang lebih rumit.

 

R Nyaris Dipakai Untuk Apapun

Dalam bahasa pemrograman R, R menerbitkan jurnal yang isinya mengenai teori statistika atau juga matematika. Hal ini dikarenakan R punya package yang sangat up to date dan selalu mengikuti perkembangan dari suatu ilmu pengetahuan. Sehingga tidak heran apabila R punya lebih dari 12 ribu packages dan bahkan bisa terus tumbuh.

Packages tersebut juga akan siap dipakai untuk menjalankan kegiatan analisis data yang diinginkan oleh Anda. baik dari packages yang erat kaitannya dengan statistika hingga machine learning sekalipun. R bahkan hampir digunakan untuk apa saja, baik dari robotol dan juga web, meskipun Python memang lebih umum sekalipun.

Jika Anda menggunakan bahasa pemrograman R, maka Anda juga tidak harus lagi menggunakan atau bahkan belajar mengenai HTML, javascript atau juga CSS. Hanya dengan menggunakan packages shiny saja Anda bisa membuat web, baik dari layout hingga business logic juga bisa Anda lakukan menggunakan R.

Jika Anda memakai open CPU, maka Anda bisa membangun aplikasi web dengan cara memanfaatkan kemampuan dari R. Sedangkan jika Anda menggunakan plumber, maka Anda bisa membuat REST API. Dengan adanya bantuan ROS, R bisa Anda gunakan untuk pemrograman robotic, bahkan Anda bisa membuat labirin game minecraft dengan R.

Bisa Anda lihat, R memang punya banyak kelebihan dari pyhton, terutama dalam hal penggunaan. Utamanya pada hal analisis data. Meskipun demikian R juga punya beberapa kekurangan yang harus Anda pertimbangkan misalnya saja pada masalah kecepatan atau performance nya. Anda bisa mempelajari R vs Python untuk mengetahui mana yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *